Monday, March 26, 2012

Rangkuman Adobe Photoshop CS 4 Jam 2

1.  Auto correction: Untuk memperbaiki warna & pencahayaan foto secara otomatis. Mengoreksi warna : Image > Auto Color atau Shift+Ctrl+B. Memperbaiki kontras : Image > Auto Contrast atau Alt+Shift+Ctrl+L.      Mengoreksi gambar tonal warna : Image > Auto Tone atau Shift+Ctrl+L.



2. Histogram & Levels: Untuk melihat & mengubah grafik histogram. Histogram : panel grafik yang menunjukan distribusi cahaya, Levels : cara untuk mengubah grafik histogram.

Menampilkan kotak dialog Levels : Image > Adjustments > Levels atau Ctrl+L.       



Mengubah nilai histogram :  Mengeser slider shadows ke kanan -> warna gelap menjadi semakin gelap

Menggeser slider highlights ke kiri -> warna terang menjadi semakin terang

·         Menggeser slider midtones ke kanan -> warna-warna tengah menjadi semakin gelap

·         Menggeser slider midtones ke kiri -> warna-warna tengah menjadi semakin terang

         Memilih salah satu preset

         Atur nilai input



3.   Curves: Untuk memodifikasi grafik histogram menggunakan garis kurva. Menampilkan kotak dialog Curves : Image > Adjustments > Curves atau Ctrl+M.



4.   Brightness/Contrast: Jika Levels atau Curves terlalu rumit. Menampilkan kotak dialog Brightness/Contrast: Image > Adjustments > Brightness/Contrast > atur nilai Brightness/Contrast.



5.   Shadows/Highlights: Untuk menyesuaikan nilai shadows/highlights agar pencahayaan terlihat seimbang. klik Image > Adjustment > Shadows/Highlights. Shadows : untuk subjek, highlights : untuk latar.



6.   Exposure: Untuk meniru perubahan gambar ketika setting exposure pada kamera digital diubah. Klik Image > Adjustment > Exposure > atur Exposure, Offset, dan Gamma Corection.



7. Hue/Saturation: Untuk mengubah elemen warna tertentu atau keseluruhan, dan memperkaya warna gambar. Menampilkan kotak dialog Hue/Saturation : Image > Adjustment > Hue/Saturation atau Ctrl+U. Mengubah semua warna : pilih channel master > ubah nilai Hue dengan menarik slider ke kiri atau kanan. Mengubah warna tertentu : pilih channel yang diinginkan > ubah nilai Hue.



8. Color Balance: Untuk mengubah keseimbangan warna. Menampilkan kotak dialog Color Balance : Image > Adjustment > Color Balance.



9.  Match Color: Untuk menyesuaikan warna dan pencahayaan pada dua buah gambar yang berbeda. Buka dua gambar –> pilih satu gambar yang mau diubah nuansa warnanya –> klik Image – Adjusment – Match Color –> pilih gambar sebagai acuan nuansa warna pada source



10. Black & White: Untuk mengubah foto berwarna menjadi hitam putih. Klik Image > Adjustment > Black & White atau Shift+Alt+Ctrl+U > sesuaikan nilai masing-masing channel warna.



11. Photo Filter: Untuk meniru efek filter pada lensa kamera. Klik Image > Adjustment > Photo Filter > pilih filter atau color

Adobe Photoshop CS 4 Jam 4


Adobe Photoshop CS 4 Jam 3


Adobe Photoshop CS 4 Jam 2






Adobe Photoshop CS 4 Jam 1



Wednesday, October 19, 2011

Kenapa Kita Tak Bangga Dengan Bahasa Indonesia?


Kenapa Kita Tak Bangga dengan Bahasa Indonesia?
Bahasa menunjukkan bangsa. Setiap bangsa pasti memiliki bahasanya sendiri, dan merasa bangga dengan bahasa mereka. Bahkan mereka berusaha keras untuk memperkenalkan bahasa bangsanya ke forum-forum international. Meskipun mereka  tahu bahwa bahasa Inggris telah menjadi bahasa Internasional yang banyak dipakai oleh masyarakat dunia dalam berkomunikasi. Kebanggaan itu akan terlihat ketika mereka bernarsis diri dalam blog mereka seperti para peserta didik saya yang sangat bangga dengan sekolahnya. Lihatlah wajah-wajah mereka dalam foto di atas!

Saya tertegun sesaat, ketika salah satu sahabat saya bercerita tentang kunjungannya ke beberapa negara di Eropa. Orang Perancis sangat bangga dengan bahasa nasionalnya. Setiap turis asing yang melancong ke negerinya akan diarahkan untuk mengenal, dan mengerti bahasa Perancis. Begitupun dengan orang Jerman, dan Swiss. Berbeda sekali dengan negeri yang kita cintai ini. Kita justru lebih suka berbahasa Inggris daripada bahasa sendiri. Para turis asing yang berwisata ke negeri ini tidak kita arahkan untuk mengenal, dan mengerti bahasa Indonesia. Jarang sekali saya temui, ada turis asing dari manca negara yang langsung diajarkan bahasa Indonesia oleh guide atau pemandu wisata di negeri ini. Misalnya dengan kata-kata, “Hai apa kabar?” atau “Selamat datang di negeri impian dan negeri surgawi Indonesia”.

Hal yang lebih menyakitkan lagi, para guru  di sekolah RSBI diminta menyampaikan materi pelajarannya dalam dua bahasa (Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia), dan kalau bisa bahasa Inggrisnya lebih ditonjolkan ketimbang bahasa Indonesia, karena sekolah sudah diharuskan untuk bertaraf internasional dengan menguasai bahasa Inggris. Padahal tidak seperti itu seharusnya penerapan bilingual dalam pembelajaran di sekolah.

Bahasa hanya sebagai sarana saja menyampaikan pesan. Jadi, bila seorang guru ingin pesannya sampai kepada para peserta didik, gunakanlah bahasa Indonesia dalam menyampaikan materinya, dan bukan memakai bahasa Inggris yang terlihat keren didengar, tetapi tidak dipahami pesannya oleh peserta didiknya. Oleh karenanya, penerapan dua bahasa (bilingual) di sekolah-sekolah kita, terutama sekolah RSBI/SBI harus dievaluasi segera agar supaya generasi penerus bangsa ini bangga dengan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia harus terus dipakai dalam dunia pendidikan kita. Posisinya tak boleh tergantikan dengan bahasa internasional. Bahasa Indonesia harus terus berkembang, dan dikembangkan oleh para guru di sekolah agar kesusastraan terus bermetamorforsis mencapai keindahannya. Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi di negeri sendiri dalam hal berkomunikasi. Dia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Sebagai sarana komunikasi, bahasa juga mampu membangun keterampilan berkomunikasi, keterampilan menyampaikan pendapat, gagasan, dan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan yang dihadapi dalam kehidupan pada era global ini. Keterampilan seperti itu tentu sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.Tak Terkecuali, para blogger yang telah memiliki blog sendiri di internet, dan mengelolanya secara mandiri.

Kenapa kita tak bangga dengan bahasa Indonesia?
Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan menjadi trend yang sangat digemari, terutama di kalangan pengguna internet. Atas dasar itu, banyak lembaga menyelenggarakan lomba blog dengan maksud untuk memberikan penghargaan kepada pembuat blog yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, informatika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.

Lomba itu diadakan untuk membiasakan diri para blogger agar mampu menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan begitu seorang blogger akan memiliki peran tersendiri dalam mempublikasikan khasanah ilmu, dan kesusastraan Indonesia di ranah maya.

Para pengelola blog atau blogger seharusnya bangga dengan bahasa kita. Kebanggaannya itu harus dipublikasikannya dalam bentuk tulisan atau postingan di blog yang senantiasa mencerminkan kebanggaan dan kecintaan kepada bahasanya sendiri. Berusaha untuk menyuguhkan informasi yang dapat dipahami dan dimengerti dengan bahasa Indonesia yang mudah dicerna oleh siapa saja para pengguna inernet (netter) yang membaca blognya itu.

Kenapa kita tak bangga dengan bahasa Indonesia? Jawabnya, karena kita tidak membiasakan diri menulis dan membaca dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, peran guru TIK sangat penting agar mampu mengarahkan para peserta didiknya untuk mampu menulis dalam blog mereka dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagai seorang pengajar mata pelajaran TIK di SMP, hal  di atas itulah yang saya lakukan. Saya pun mengumpulkan alamat link blog peserta didik dalam sebuah blog di http://materi-tik-smp.blogspot.com/. Dengan begitu, saya bisa memantau tulisan-tulisan mereka, dan mengambil tulisan terbaik untuk diterbitkan dalam majalah sekolah yang bernama GEMA SMP Labschool Jakarta. Mari bangga berbahasa Indonesia.
Artikel ini juga saya publikasikan di sini.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay